Home

Kebudayaan dan pariwisata merupakan dua hal yang tak terpisahkan dalam konteks Bali kekinian. Banyak pihak memandang kedua “sektor” ini secara dikotomis, padahal seharusnya keduanya dipandang sebagai suatu subsistem di dalam sistem yang lebih holistik. Pengkajian tentang kebudayaan, kepariwisataan, dan hubungan antara keduanya secara lebih komprehensif masih sangat diperlukan, dalam rangka pembangunan yang berkelanjutan, termasuk (bahkan terutama) untuk Bali. Inilah yang menjadi salah satu dasar pemikiran Pusat Penelitian Kebudayaan dan Kepariwisataan Universitas Udayana, disingkat Puslit Budpar Unud.

Puslit Budpar senantiasa berusaha agar pembangunan kepariwisataan berjalan seiring dan sejalan dengan pembangunan kebudayaan, dalam hubungan yang harmonis dan dinamik-progresif. Khususnya dalam konteks Bali, dikembangkan ‘analogi pohon’: akarnya adalah agama Hindu, batangnya adalah kebudayaan (culture), daunnya adalah kesenian dan kerajinan (art), bunga dan buahnya adalah pariwisata (tourism).